BIKE Rampungkan Akuisisi 72% Saham PT Berau Usaha Mandiri, Kuasai Tambang Batubara Seluas 500 Hektare
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi mengakuisisi 72% saham PT Berau Usaha Mandiri, pemilik tambang batubara seluas 500 hektare di Berau.
JAKARTA — PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) resmi menuntaskan proses pengambilalihan 72 persen saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM) melalui anak perusahaannya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), pada 7 Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi usaha Perseroan ke sektor batubara.

Direktur PT Prambanan Nusantara Energi (PNE), Cahyadi, mengatakan bahwa akuisisi tersebut mencakup sebanyak 72 persen saham PT Berau Usaha Mandiri, perusahaan yang memiliki tambang batubara di Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dengan luas area sekitar 500 hektare.
“Pada tanggal 07 Oktober 2026, Perseroan telah melakukan akuisisi sebanyak 72% saham PT Berau Usaha Mandiri (BUM), suatu perusahaan yang memiliki Tambang Batubara di Tanjung Redep, Berau, Kalimantan Timur, seluas 500 Hektar,” kata Cahyadi.
Dari total wilayah tambang tersebut, sekitar 53 hektare telah dilakukan pengeboran pada lapisan seam C, D, dan E. Berdasarkan hasil tersebut, tercatat cadangan terbukti sekitar 5,6 juta metrik ton. Sementara itu, wilayah konsesi lainnya masih memiliki potensi yang belum sepenuhnya dieksplorasi secara detail.
Menurut Cahyadi, transaksi akuisisi tersebut merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana transformasi perusahaan sekaligus menjadi bagian dari program diversifikasi usaha Perseroan di sektor batubara.
“Transaksi ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana transformasi Perseroan dan bagian dari program diversifikasi usaha Perseroan di sektor batubara,” ujar Cahyadi.
Target Produksi 1,2–1,3 Juta Metrik Ton per Tahun
Manajemen BIKE menilai akuisisi PT Berau Usaha Mandiri berpotensi memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Pascaakuisisi, perusahaan merencanakan produksi tahunan sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta metrik ton batubara. Dalam dokumen tersebut, harga pasar batubara tercatat berada pada kisaran USD 152,20 hingga USD 152,95 per metrik ton pada 6–7 Oktober 2026, yang disebut sebagai level tertinggi sejak Oktober 2024.
Dengan asumsi tersebut, potensi pendapatan Perseroan diperkirakan dapat mencapai sekitar USD 183,6 juta per tahun, atau setara dengan Rp3,285 triliun berdasarkan kurs Rp17.894 per dolar AS.
Profil PT Berau Usaha Mandiri
PT Berau Usaha Mandiri merupakan perusahaan tambang batubara yang memiliki area izin sekitar 500 hektare di Tanjung Redep, Berau, Kalimantan Timur. Perusahaan tersebut telah beroperasi sejak 2008 dan memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) sejak 2015.
Selain aset tambang, BUM juga memiliki aset berupa pelabuhan atau jetty yang digunakan untuk kegiatan pengapalan hasil tambang. Fasilitas tersebut juga berkaitan dengan penyediaan jasa pelabuhan serta pengelolaan stockpile perusahaan tambang lainnya di area penimbunan akhir wilayah Berau sebelum hasil tambang dimuat ke kapal tongkang.
Dengan rampungnya transaksi pada 7 Oktober 2026, BIKE melalui PT Prambanan Nusantara Energi resmi memperoleh kepemilikan 72 persen saham PT Berau Usaha Mandiri. Akuisisi tersebut menjadi langkah Perseroan dalam memperluas portofolio usaha sekaligus memperkuat diversifikasi bisnisnya di sektor energi, khususnya pertambangan batubara.
Dokumentasi
Galeri
5 foto