Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai melakukan uji coba dinamis Kereta Rel Listrik (KRL) produksi dalam negeri buatan PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan Commuter Line Jabodetabek.
Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana pengadaan 23 rangkaian KRL baru yang ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak delapan rangkaian menjadi kebutuhan mendesak untuk segera dipenuhi guna menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pengadaan armada baru diperlukan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat yang setiap hari mengandalkan layanan Commuter Line.
Menurutnya, KAI berkomitmen memastikan seluruh proses penyiapan sarana transportasi dilakukan secara cermat dengan mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan keandalan perjalanan.
“Setiap hari, jutaan masyarakat mengandalkan layanan KAI Group untuk beraktivitas. Tanggung jawab kami adalah memastikan perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan semakin baik. Karena itu, setiap proses penyiapan sarana dilakukan dengan cermat,” ujar Bobby dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Bobby menjelaskan, seluruh pengadaan 23 rangkaian KRL tersebut dipercayakan kepada INKA. Perusahaan manufaktur kereta api nasional itu diberikan keleluasaan menentukan skema produksi, baik melalui manufaktur mandiri maupun menjalin kemitraan dengan produsen internasional.
Meski demikian, proses pengadaan tetap diwajibkan melibatkan industri dalam negeri sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional.
“Kami memberikan kepercayaan penuh kepada INKA untuk memproses pengadaan 23 trainset ini. INKA memiliki fleksibilitas untuk menentukan skema produksi, baik manufaktur mandiri maupun bermitra dengan pihak internasional, dengan ketentuan wajib bekerja sama dan melibatkan industri dalam negeri,” jelasnya.
Kebutuhan penambahan armada tersebut tidak terlepas dari tingginya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, layanan ini telah mengangkut sebanyak 303,7 juta pelanggan atau rata-rata 999.316 pelanggan setiap hari.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa uji coba dinamis rangkaian kedelapan KRL produksi INKA dilaksanakan di luar jam sibuk.
Pengujian tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan teknis, performa operasional, serta aspek keselamatan sebelum rangkaian kereta dioperasikan untuk melayani masyarakat.
Anne menambahkan, sebelumnya tujuh rangkaian KRL produksi INKA telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan kembali beroperasi melayani pelanggan pada Oktober 2026.
“Proses pengujian terus kami kawal bersama KAI Commuter dan INKA. Setiap tahapan menjadi bagian penting dalam memastikan sarana siap melayani masyarakat dengan aman dan andal,” tegas Anne.
Melalui pengadaan 23 rangkaian KRL baru dan pengujian bertahap armada produksi dalam negeri, KAI berharap kapasitas serta kualitas layanan Commuter Line Jabodetabek semakin meningkat, sekaligus mendorong penguatan industri perkeretaapian nasional.