Loncat ke konten
Ekonomi

Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis Hulu Migas di ADIPEC 2026

Indonesia menandatangani sejumlah kerja sama strategis hulu migas di ADIPEC 2026. Investasi diproyeksikan mencapai US$17,87 miliar.

M. Fauzan 3 menit baca 0 kali dibaca
Indonesia Jalin Kerja Sama Strategis Hulu Migas di ADIPEC 2026 — Ekonomi

Jakarta, PilarRakyatIndonesia.news – Indonesia memperkuat kerja sama internasional di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis dalam ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan global, meningkatkan investasi, serta mengoptimalkan potensi sumber daya migas nasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa Indonesia terbuka terhadap investasi global dan menyambut mitra internasional yang berminat berpartisipasi dalam pengembangan industri hulu migas Tanah Air.

“Saya menekankan bahwa Indonesia membuka peluang yang lebar bagi investasi global. Kami menyambut hangat mitra-mitra internasional yang berminat untuk terlibat dalam pengembangan industri hulu migas Indonesia,” ujar Djoko dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Sejumlah kesepakatan strategis yang ditandatangani mencakup berbagai bidang, mulai dari layanan pengeboran, dukungan operasional lepas pantai, hingga pengembangan teknologi survei dan stimulasi reservoir.

Pertama, penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan Halliburton Worldwide Ltd.

Kedua, penandatanganan kontrak Time Charter Offshore Support Vessel antara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dan Atlantic Maritime Group FZE.

Ketiga, kerja sama pembentukan perusahaan baru di bidang surveying and mapping yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kolaborasi tersebut melibatkan PT Hidrokinetik Indo Pacific dan Tara Industries LLC untuk melayani industri minyak dan gas bumi serta industri kabel bawah laut (subsea cable) di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara atau Middle East and North Africa (MENA).

Keempat, kerja sama promosi dan penerapan teknologi STARSEMAR Chemical Reservoir Stimulation antara PT Luas Birus Utama dan Tara Industries LLC.

Menurut Djoko, penandatanganan berbagai kesepakatan tersebut mencerminkan kesiapan Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam industri energi global. Kemitraan internasional diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi, meningkatkan kapasitas operasional, serta membuka peluang investasi baru di sektor hulu migas.

Investasi Hulu Migas Diproyeksikan Meningkat pada 2026

Di tengah upaya memperluas kerja sama internasional, SKK Migas juga menyoroti perkembangan investasi hulu migas Indonesia yang menunjukkan tren positif.

Djoko menyampaikan bahwa investasi sektor hulu migas pada 2025 mencapai US$14,9 miliar. Sementara itu, nilai investasi pada 2026 diproyeksikan meningkat menjadi US$17,87 miliar.

“Tren investasi hulu migas Indonesia menunjukkan momentum yang positif. Pada 2025, investasi mencapai 14,9 miliar dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 17,87 miliar dolar AS pada 2026, tertinggi dalam satu dekade terakhir,” kata Djoko.

Melalui partisipasi dalam ADIPEC 2026, SKK Migas berharap momentum pertumbuhan investasi tersebut dapat terus diperkuat melalui perluasan kemitraan strategis dan masuknya investor baru.

Upaya ini menjadi penting untuk mendukung pengembangan lapangan migas, meningkatkan aktivitas eksplorasi, serta menjaga keberlanjutan produksi energi nasional.

Indonesia Tawarkan Potensi 128 Cekungan Sedimen

Selain menawarkan peluang kerja sama dengan perusahaan internasional, SKK Migas juga mempromosikan potensi sumber daya migas Indonesia kepada investor global.

Djoko menyampaikan bahwa Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen yang berpotensi dikembangkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 cekungan disebut belum dieksplorasi.

Potensi tersebut membuka ruang bagi investor untuk terlibat dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan sumber daya migas melalui dukungan modal, teknologi, serta kemitraan strategis.

“Potensi ini membuka peluang bagi investor global untuk berpartisipasi dalam pengembangan hulu migas Indonesia. Dukungan investasi, teknologi, serta kemitraan yang tepat akan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut, mendorong penemuan sumber daya baru, serta memperkuat keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional,” ujar Djoko.

Penguatan kerja sama internasional diharapkan dapat membantu Indonesia mengoptimalkan potensi sumber daya migas, meningkatkan daya tarik investasi, serta mendukung ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Melalui berbagai peluang yang ditawarkan dalam ADIPEC 2026, Indonesia berupaya memperluas peran dalam industri energi global sekaligus mendorong pengembangan sektor hulu migas yang berkelanjutan.

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait