TV Rakyat — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, sejak Minggu (6/9/2026) berubah menjadi bencana. Air yang turus terun membuat Sungai Lahomi meluap yang berujung menerobos masuk pemukiman warga di Desa Tiga Serangkai. Memaksa ratusan keluarga berjuang menyelamatkan diri dari derasnya terobosan air.
Seorang pengguna media sosial Threads @_nyai.dasimah membagikan sebuah rekaman video, memperlihatkan tempat tinggalnya yang mulai terendam air berwarna kecoklatan. Dalam rekaman tersebut, si pemilik rumah hanya bisa menunggu, terpaku, melihat ruang-ruang bagian bawah rumah semakin digenangi air.
Hujan deras memang menjadi pemicu, namun banjir besar nyaris tidak pernah lepas dari persoalan lama: tata ruang, pendangkalan sungai, alih fungsi lahan, dan kesiapsiagaan yang kerap baru diuji setelah air naik. Ketika peringatan dini lemah dan jalur evakuasi minim, warga tinggal berhadapan langsung dengan air.
Upaya evakuasi dilaporkan terus berlangsung. Namun di tengah akses wilayah kepulauan yang terbatas dan cuaca yang masih tidak bersahabat, perjuangan itu jauh dari mudah. Mereka yang menunggu di lantai dua rumahnya bukan sekadar korban banjir; mereka adalah warga yang berhak atas sistem perlindungan yang bekerja sebelum air setinggi lutut, bukan setelah air menyentuh langit-langit.
Banjir akan surut. Namun jika pelajaran lama terus diulang dan persoalan akar tidak diatasi, Sungai Lahomi akan kembali meluap. Oleh sebab itu, perlu adanya perhatian lebih terhadap alam.