Loncat ke konten
Breaking
Internasional

Rentetan Penembakan Massal di Afrika Selatan, 28 Orang Tewas dalam Dua Insiden Terpisah

Rentetan penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 28 orang dan melukai 26 lainnya dalam dua insiden di Wedela dekat Johannesburg dan Lwandle dekat Cape Town. Motif masih diselidiki polisi.

Editor Redaksi 4 menit baca 1 kali dibaca

JAKARTA/JOHANNESBURG — Rentetan penembakan massal kembali mengguncang Afrika Selatan. Dua serangan bersenjata yang terjadi dalam waktu hanya beberapa jam di wilayah Wedela, dekat Johannesburg, dan Lwandle, dekat Cape Town, menewaskan sedikitnya 28 orang serta menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kedua insiden tersebut terjadi pada akhir pekan dan berlangsung di tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat. Polisi Afrika Selatan hingga kini masih memburu para pelaku dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik kedua serangan yang menambah daftar panjang kasus kekerasan bersenjata di negara tersebut.

Penembakan Pertama Terjadi di Wedela

Insiden pertama terjadi di sebuah kedai minuman atau tavern di kawasan Extension 3, Wedela, wilayah West Rand, Gauteng, sekitar pukul 21.30 waktu setempat pada Sabtu, 26 September 2026.

Menurut keterangan kepolisian, sejumlah orang tengah berada di dalam dan di luar tempat tersebut ketika para pelaku datang dan langsung melepaskan tembakan.

Polisi menyebut terdapat delapan pria bersenjata yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Para pelaku dilaporkan menggunakan senapan AK-47 dan pistol.

Tembakan pertama diarahkan kepada orang-orang yang berada di luar kedai. Setelah itu, para pelaku masuk ke dalam bangunan dan kembali melepaskan tembakan ke arah para pengunjung.

Dalam laporan awal, sebanyak 17 orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian dan 15 orang lainnya mengalami luka tembak. Korban terdiri atas 13 laki-laki dan empat perempuan.

Namun, jumlah korban kemudian bertambah setelah salah satu korban yang sebelumnya mendapatkan perawatan medis meninggal dunia di rumah sakit. Kepolisian Gauteng pada 28 September memperbarui jumlah korban tewas dalam insiden Wedela menjadi 18 orang.

Selain melakukan penembakan, para pelaku juga dilaporkan menggeledah sejumlah pengunjung dan mengambil telepon seluler milik korban sebelum melarikan diri menggunakan dua kendaraan.

Dua kendaraan lainnya juga dibakar dalam insiden tersebut.

Kepolisian Afrika Selatan telah membuka penyelidikan dengan sejumlah sangkaan, termasuk pembunuhan, percobaan pembunuhan, perusakan properti dan perampokan bersenjata. Hingga pembaruan terakhir, belum ada tersangka yang berhasil ditangkap.

Penembakan Kedua Terjadi Beberapa Jam Kemudian

Belum selesai penyelidikan terhadap serangan di Wedela, penembakan kembali terjadi beberapa jam kemudian di Lwandle, kawasan dekat Cape Town, Provinsi Western Cape.

Insiden kedua berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari pada Minggu, 27 September 2026. Polisi melaporkan sedikitnya 10 orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka setelah sejumlah pelaku melepaskan tembakan di sebuah lokasi hiburan yang berada di kawasan tersebut.

Dengan demikian, berdasarkan perkembangan terbaru, dua serangan tersebut telah menyebabkan sedikitnya 28 orang meninggal dunia dan 26 orang mengalami luka-luka.

Kepolisian juga memburu sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam penembakan di Lwandle. Jumlah pasti pelaku dalam insiden kedua belum diumumkan kepada publik.

Polisi Kerahkan Tim Khusus

Kepolisian Afrika Selatan langsung mengerahkan unit khusus untuk menangani kedua kasus tersebut. Di Wedela, kepolisian Gauteng membentuk tim multidisipliner yang terdiri atas penyidik kasus pembunuhan dan perampokan, unit intelijen kriminal, serta petugas investigasi tempat kejadian perkara.

Operasi juga diperkuat dengan keterlibatan unit khusus kepolisian dan unsur militer Afrika Selatan untuk meningkatkan pengamanan serta memburu para pelaku di wilayah Wedela dan sekitarnya.

Hingga laporan terbaru, aparat belum mengumumkan adanya penangkapan terhadap para pelaku dari kedua insiden tersebut.

Polisi masih mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, melakukan identifikasi korban, serta menelusuri keberadaan para tersangka yang melarikan diri setelah melakukan serangan.

Motif Penembakan Masih Diselidiki

Motif di balik kedua penembakan belum dapat dipastikan secara resmi. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah serangan tersebut berkaitan dengan konflik kelompok kriminal, persaingan bisnis, atau faktor lainnya.

Sejumlah laporan media menyebut adanya dugaan bahwa penembakan di Wedela kemungkinan berkaitan dengan konflik antar kelompok penambang ilegal yang dikenal dengan istilah zama zamas. Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat dianggap sebagai kesimpulan resmi mengenai motif penyerangan.

Sementara itu, penembakan di Lwandle juga masih dalam penyelidikan. Polisi belum menetapkan secara resmi motif serangan tersebut.

Menambah Kekhawatiran atas Kekerasan Bersenjata

Rentetan penembakan tersebut kembali menyoroti persoalan kekerasan bersenjata dan kriminalitas di Afrika Selatan.

Dua insiden di Wedela dan Lwandle terjadi hanya beberapa hari setelah penembakan lainnya di KwaMakhutha, dekat Durban, yang menewaskan 11 orang. Rangkaian kejadian tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai maraknya penggunaan senjata api dalam aksi kriminal di sejumlah wilayah negara tersebut.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah mengecam aksi kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah lebih kuat untuk menghadapi kriminalitas dan kelompok bersenjata.

Pemerintah dan aparat keamanan kini menghadapi tekanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran senjata api ilegal sekaligus memperkuat pemberantasan kelompok kriminal yang beroperasi di sejumlah wilayah.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kepolisian Afrika Selatan meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas maupun keberadaan para pelaku agar segera memberikan informasi kepada aparat.

Untuk sementara, aparat masih melakukan pengejaran terhadap para tersangka dan mengumpulkan bukti dari dua lokasi kejadian.

Dua penembakan yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam tersebut menjadi pengingat serius mengenai ancaman kekerasan bersenjata di Afrika Selatan. Dengan jumlah korban yang terus diperbarui, aparat masih berupaya memastikan seluruh fakta kejadian serta membawa para pelaku ke proses hukum.

Dokumentasi

Galeri

1 foto

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait