JAKARTA, TVRakyat.news — Partai Rakyat Indonesia (PRI) terus melakukan penguatan organisasi melalui konsolidasi kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah. Langkah tersebut dilakukan menyusul pengukuhan struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PRI yang menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi berbagai tahapan Pemilu mendatang.
Penguatan kelembagaan tersebut tidak hanya diarahkan pada penataan struktur organisasi di tingkat pusat, tetapi juga dilanjutkan dengan memastikan kesiapan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Sekretaris Jenderal DPP Partai Rakyat Indonesia, Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Budi Pramono, S.I.P., S.H., M.A., M.M., M.H.(GSR), CIQaR, CIQnR, MOS, MCE, CIMMR, mengatakan pengukuhan kepengurusan DPP merupakan bagian dari proses membangun tata kelola organisasi yang lebih terarah.
Menurut Budi Pramono, keberadaan struktur kepengurusan harus diikuti dengan aktivitas organisasi yang berjalan secara nyata. Struktur yang telah terbentuk di tingkat pusat perlu terkoneksi dengan struktur di daerah sehingga koordinasi organisasi dapat berlangsung secara berjenjang.
“Yang kita bangun bukan hanya struktur di atas kertas. Kita ingin memastikan seluruh jajaran organisasi dapat bekerja dan berkoordinasi dari tingkat DPP, DPD, DPC sampai PAC,” ujar Budi Pramono.
Konsolidasi Menjadi Fokus Organisasi
Konsolidasi menjadi salah satu agenda utama PRI setelah pengukuhan struktur DPP. Konsolidasi dilakukan untuk memperkuat hubungan kerja antarjajaran sekaligus memastikan setiap tingkatan organisasi memahami tugas dan tanggung jawabnya.
Menurut Budi Pramono, DPP memiliki peran dalam memberikan arah organisasi, sementara struktur di daerah menjadi bagian penting dalam menjalankan koordinasi serta membangun komunikasi dengan masyarakat.
Karena itu, penguatan DPD, DPC dan PAC menjadi bagian dari proses penataan organisasi secara menyeluruh.
“DPP harus kuat, DPD harus siap, DPC harus siap, PAC juga harus siap. Semua tingkatan ini merupakan satu kesatuan organisasi,” katanya.
Konsolidasi tersebut juga berkaitan dengan kesiapan PRI menghadapi tahapan kepemiluan. Partai perlu memastikan bahwa struktur organisasi di berbagai wilayah dapat menjalankan fungsi masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.
PRI Sampaikan Target Perolehan Dukungan
Dalam agenda penguatan organisasi tersebut, Budi Pramono juga menyampaikan target politik PRI untuk memperoleh dukungan masyarakat yang signifikan pada Pemilu mendatang.
Ia menyebut PRI memiliki target untuk dapat melampaui ambang batas lima persen. Namun, target tersebut menurutnya harus dibarengi dengan kerja organisasi dan konsolidasi yang terukur.
“Partai Rakyat Indonesia bisa melampaui lima persen. Tetapi tentu itu harus dibuktikan dengan kerja nyata, konsolidasi yang kuat, struktur yang lengkap, dan kehadiran partai di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks persiapan internal partai. PRI menempatkan penguatan organisasi, kaderisasi, komunikasi publik dan konsolidasi daerah sebagai bagian dari upaya membangun basis dukungan.
Dengan demikian, target yang disampaikan Sekjen PRI tersebut tidak hanya berkaitan dengan angka perolehan suara, tetapi juga menjadi dorongan bagi jajaran internal untuk memperkuat kerja organisasi.
Rapimnas Dipersiapkan sebagai Forum Konsolidasi
Agenda lain yang tengah dipersiapkan PRI adalah Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas. Forum tersebut direncanakan menjadi salah satu momentum konsolidasi nasional yang mempertemukan jajaran partai dari berbagai tingkatan.
Budi Pramono mengatakan Rapimnas perlu melibatkan struktur organisasi secara luas agar komunikasi antara pusat dan daerah dapat berlangsung secara langsung.
“Kami akan mengakomodir semua DPD, DPC, sampai PAC. Semua harus diberikan ruang untuk hadir, menyampaikan pandangan, membangun konsolidasi, dan bersama-sama menggelegarkan acara Rapimnas,” ujarnya.
Keterlibatan struktur daerah dinilai penting karena setiap wilayah memiliki dinamika organisasi dan kondisi masyarakat yang berbeda. Forum nasional tersebut dapat menjadi ruang bagi jajaran daerah untuk menyampaikan perkembangan organisasi sekaligus membangun koordinasi dengan pengurus pusat.
Rapimnas juga dipersiapkan sebagai bagian dari agenda konsolidasi PRI menjelang berbagai tahapan politik dan kepemiluan.
Sejumlah jajaran PRI di daerah sebelumnya juga telah melakukan konsolidasi internal sebagai bagian dari persiapan menuju agenda nasional tersebut. Konsolidasi itu mencakup koordinasi antara pengurus tingkat DPD dan DPC.
Persiapan Verifikasi Kepemiluan
Selain konsolidasi internal dan persiapan Rapimnas, PRI menyatakan kesiapan menghadapi proses verifikasi yang menjadi bagian dari tahapan menuju Pemilu.
Budi Pramono mengatakan kesiapan menghadapi verifikasi harus dibangun sejak awal melalui penataan administrasi dan struktur organisasi.
Menurutnya, kesiapan partai tidak cukup hanya ditunjukkan oleh keberadaan pengurus di tingkat pusat. Struktur daerah juga harus dipastikan memiliki kesiapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Partai Rakyat Indonesia sangat siap untuk menghadapi verifikasi faktual dalam Pemilu yang akan datang. Kami terus melakukan konsolidasi, melengkapi struktur dan mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan,” kata Budi Pramono.
Dalam proses tersebut, PRI memandang kelengkapan struktur, kepengurusan dan keanggotaan sebagai bagian penting dari kesiapan organisasi.
Karena itu, konsolidasi dilakukan secara berjenjang agar DPP, DPD, DPC dan PAC dapat memiliki koordinasi yang berkesinambungan.
Struktur Organisasi Didorong Dekat dengan Masyarakat
Penguatan struktur partai juga diarahkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Struktur organisasi di daerah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi internal, tetapi juga menjadi penghubung antara partai dan masyarakat.
Menurut Budi Pramono, partai politik memiliki peran dalam membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses politik.
Komunikasi dengan masyarakat menjadi salah satu bagian yang ditekankan dalam konsolidasi organisasi PRI. Dengan struktur yang hadir hingga tingkat daerah, partai dapat membangun komunikasi yang lebih dekat dengan berbagai kelompok masyarakat.
Penguatan tersebut juga berkaitan dengan upaya PRI menyiapkan kader dan pengurus agar memahami kebutuhan organisasi sekaligus mampu menjalankan komunikasi publik secara baik.
“Ini bukan pekerjaan satu atau dua orang. Ini pekerjaan seluruh jajaran Partai Rakyat Indonesia,” kata Budi Pramono.
Ia menegaskan bahwa soliditas organisasi membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran, mulai dari tingkat pusat hingga struktur terbawah.
Kaderisasi dan Disiplin Organisasi
Selain membangun struktur, PRI juga menempatkan kaderisasi sebagai bagian dari proses penguatan kelembagaan. Struktur organisasi yang telah dibentuk perlu diikuti dengan kader yang memahami tugas, fungsi dan tanggung jawab organisasi.
Kedisiplinan internal, komunikasi antarstruktur serta koordinasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut.
Budi Pramono mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberadaan struktur organisasi harus memberikan dampak terhadap kemampuan partai dalam menjalankan program dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Dengan pola konsolidasi yang dilakukan secara berjenjang, DPP PRI mendorong agar setiap pengurus memahami bahwa keberhasilan organisasi merupakan tanggung jawab bersama.
Dari Pusat ke Daerah
Pengukuhan struktur DPP menjadi titik awal bagi PRI untuk melanjutkan penataan organisasi di daerah. Setelah struktur pusat diperkuat, koordinasi dengan DPD dan DPC menjadi agenda lanjutan yang perlu dilakukan secara berkesinambungan.
PAC sebagai struktur organisasi di tingkat bawah juga menjadi bagian dari konsolidasi tersebut.
Bagi PRI, keberadaan struktur dari pusat hingga daerah diperlukan untuk membangun sistem organisasi yang terkoordinasi. Setiap tingkatan memiliki peran dalam menjalankan agenda partai dan memperluas komunikasi dengan masyarakat.
Karena itu, penguatan struktur tidak hanya dilakukan melalui pembentukan kepengurusan, tetapi juga melalui komunikasi, kaderisasi dan aktivitas organisasi.
Menatap Tahapan Pemilu
Rangkaian konsolidasi tersebut dilakukan PRI dalam menghadapi agenda politik nasional dan tahapan Pemilu yang akan datang.
Pengukuhan DPP, penataan struktur daerah, persiapan Rapimnas serta kesiapan menghadapi verifikasi menjadi bagian dari agenda organisasi yang berjalan secara beriringan.
Sekjen DPP PRI menegaskan bahwa seluruh jajaran perlu bergerak dalam satu koordinasi agar organisasi dapat menjalankan agenda secara efektif.
“Kalau semua bergerak bersama, konsolidasi akan semakin kuat dan organisasi akan semakin siap menghadapi seluruh tahapan Pemilu,” ujarnya.
PRI juga menyatakan akan terus memperkuat komunikasi antara pengurus pusat dan daerah. Konsolidasi tersebut diharapkan dapat membangun koordinasi organisasi sekaligus memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Target Lima Persen dan Kerja Organisasi
Terkait target melampaui ambang batas lima persen, Budi Pramono kembali menekankan bahwa target tersebut harus diikuti kerja organisasi.
“Target lima persen itu bukan sekadar angka. Itu harus menjadi motivasi bagi seluruh kader dan pengurus untuk bekerja lebih keras, membangun organisasi, hadir di tengah masyarakat, dan memastikan Partai Rakyat Indonesia benar-benar siap menghadapi Pemilu,” pungkasnya.
Dengan agenda konsolidasi yang terus berjalan, PRI kini memusatkan perhatian pada penguatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah, persiapan Rapimnas serta pemenuhan berbagai kesiapan menghadapi tahapan kepemiluan.
Pengukuhan kepengurusan DPP menjadi salah satu bagian dari rangkaian tersebut. Selanjutnya, koordinasi dengan DPD, DPC dan PAC menjadi bagian penting dalam memastikan struktur organisasi dapat berjalan secara terintegrasi.
Partai Rakyat Indonesia menyatakan akan terus melakukan konsolidasi internal sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik dan Pemilu mendatang.
Partai Rakyat Indonesia — Maju Rakyatnya, Jaga Bangsanya.