JAKARTA — Sosok Soekarno menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai Proklamator Kemerdekaan bersama Mohammad Hatta sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno memiliki peran besar dalam perjuangan menuju kemerdekaan dan pembentukan negara Indonesia.
Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dari pasangan Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika lahir, ia diberi nama Kusno. Namun, karena sering mengalami sakit, sang ayah kemudian mengganti namanya menjadi Soekarno ketika ia berusia sekitar 11 tahun.
Sejak usia muda, Soekarno telah menunjukkan ketertarikan terhadap pendidikan dan kehidupan organisasi. Ia menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) dan kemudian melanjutkan ke Hogere Burger School (HBS) di Surabaya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di HBS pada 1921, Soekarno melanjutkan pendidikan tinggi di Technische Hoogeschool te Bandoeng, yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia mengambil bidang teknik sipil dan menyelesaikan pendidikannya pada 1926.
Awal Perjuangan Politik
Perjalanan Soekarno dalam dunia pergerakan nasional dimulai sejak masih muda. Pada 1915, ia tercatat menjadi anggota Jong Java cabang Surabaya.
Gagasan dan aktivitas politiknya kemudian semakin berkembang ketika berada di Bandung. Pada 1926, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC), organisasi yang kemudian menjadi salah satu cikal bakal lahirnya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927.
Aktivitas politik tersebut membuat Soekarno menjadi perhatian pemerintah kolonial Belanda. Ia ditangkap pada 29 Desember 1929 dan kemudian menjalani proses hukum sebelum akhirnya dibebaskan pada 31 Desember 1931.
Perjuangannya tidak berhenti setelah pembebasan tersebut. Aktivitas politik Soekarno kembali membuatnya mengalami penangkapan dan pengasingan. Pada 1933, ia diasingkan ke Flores, kemudian dipindahkan ke Bengkulu pada 1938 hingga 1942.
Berperan dalam Persiapan Kemerdekaan
Ketika Jepang mulai menduduki Indonesia, Soekarno kembali dari pengasingan dan terlibat dalam berbagai organisasi serta badan yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan.
Ia terlibat dalam organisasi seperti Pusat Tenaga Rakyat (Putera), Jawa Hokokai, Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), hingga Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Dalam proses persiapan kemerdekaan, Soekarno turut berperan dalam pembahasan dasar negara, penyusunan Undang-Undang Dasar 1945, serta proses menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Puncak perjuangan tersebut terjadi pada 17 Agustus 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta.
Sehari setelah proklamasi, tepatnya 18 Agustus 1945, PPKI menetapkan Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden. Keduanya kemudian dikukuhkan oleh Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 29 Agustus 1945.
Kehidupan Pribadi dan Warisan Sejarah
Di luar kiprahnya sebagai tokoh perjuangan dan kepala negara, kehidupan pribadi Soekarno juga menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Ia menikah beberapa kali dan memiliki 11 anak.
Sejumlah anak Soekarno kemudian turut dikenal dalam kehidupan publik Indonesia. Salah satunya adalah Megawati Soekarnoputri yang kemudian menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia kelima.
Sosok Soekarno juga beberapa kali diangkat ke dalam karya film, televisi, maupun teater. Sejumlah aktor Indonesia pernah memerankan karakter Soekarno dalam berbagai produksi.
Selain dikenal melalui perjalanan politiknya, Soekarno juga dikenal sebagai orator yang memiliki kemampuan menyampaikan gagasan mengenai nasionalisme, kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Berbagai pidatonya kemudian menjadi bagian dari warisan sejarah Indonesia. Gagasan mengenai kemerdekaan, persatuan, kemandirian bangsa dan pembangunan karakter nasional menjadi tema yang sering muncul dalam pemikiran serta pidato-pidatonya.
Mengenang Perjuangan Proklamator
Mengenang Soekarno bukan hanya melihat sosoknya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga memahami perjalanan panjang perjuangan bangsa menuju kemerdekaan.
Perannya dalam pergerakan nasional, persiapan kemerdekaan, pembacaan Proklamasi hingga kepemimpinan pada masa awal berdirinya Republik Indonesia menjadikan Soekarno sebagai salah satu tokoh sentral dalam sejarah Indonesia.
Jejak perjuangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan bangsa yang terus dikenang dalam berbagai momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.